Babinsa Tanah Sareal Dukung Penataan Wilayah dan Pembinaan Keamanan Pelajar

www.kodim0606kotabogor.com Bogor – Babinsa jajaran Koramil 06-06/Tanah Sareal Kodim 0606/Kota Bogor terus memperkuat pembinaan teritorial melalui komunikasi dan koordinasi bersama unsur pemerintahan serta masyarakat. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pendampingan rapat rencana pemekaran wilayah RT dan komunikasi sosial bersama pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar, Rabu (23/9/2026).
Babinsa Kelurahan Kedung Badak Peltu Subandriyo menghadiri rapat pemekaran wilayah RT 02/RW 10 yang berlangsung di Aula Kelurahan Kedung Badak, Jalan Cibuluh RT 03/RW 03. Rapat tersebut membahas berbagai unsur yang perlu dipenuhi dalam rencana pemekaran wilayah, termasuk tujuan dan urgensi pemekaran, pemetaan wilayah, pendataan penduduk, pembentukan pengurus, hingga penyusunan program kerja.
Dalam pembahasan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jumlah kepala keluarga yang telah melebihi batas sesuai ketentuan daerah. Selain itu, pemetaan wilayah dan pendataan penduduk menjadi bagian penting untuk memastikan rencana pemekaran dapat dilaksanakan berdasarkan kondisi serta kesepakatan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Kedung Badak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Kecamatan Tanah Sareal, LPM Kelurahan Kedung Badak, Ketua RW 10, Ketua RT 02/RW 10, Ketua Forum Warga Perum THCR, serta perwakilan warga RT 02/RW 10.
“Rapat pemekaran wilayah perlu dilakukan melalui pembahasan dan koordinasi bersama seluruh unsur terkait. Pendataan, pemetaan wilayah, jumlah kepala keluarga, serta kesepakatan masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan agar setiap tahapan dapat berjalan secara tertib,” ujar Peltu Subandriyo.
.jpeg)
Di wilayah Kelurahan Kedung Waringin, Babinsa Serka Makmur H. melaksanakan komunikasi sosial bersama kepala sekolah, guru pengajar, dan guru kesiswaan SMP Bina Greha di Jalan Taman Cimanggu RT 05/RW 01. Kegiatan tersebut membahas monitoring terhadap aktivitas siswa, khususnya pada jam pelajaran sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa mengajak pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa yang tidak berada di kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah siswa membolos dan berada di luar lingkungan sekolah tanpa pengawasan.
Babinsa juga mengimbau agar pihak sekolah berkomunikasi dengan orang tua apabila terdapat siswa yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat melibatkan pelajar, termasuk risiko keterlibatan dalam tawuran.
“Pengawasan terhadap siswa perlu dilakukan bersama antara pihak sekolah dan orang tua. Apabila ada siswa yang tidak mengikuti kegiatan belajar, perlu segera diketahui dan dikomunikasikan kepada orang tua agar dapat dilakukan pembinaan sejak dini,” kata Serka Makmur H.
Danramil 06-06/Tanah Sareal menyampaikan bahwa kegiatan Babinsa di wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup pendampingan terhadap berbagai kegiatan pemerintahan dan pembinaan generasi muda.
“Babinsa harus mampu membangun komunikasi dengan seluruh unsur di wilayah. Koordinasi mengenai penataan lingkungan maupun pembinaan terhadap pelajar merupakan bagian dari upaya menciptakan wilayah yang tertib, aman, dan kondusif,” ujar Danramil.
Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan bahwa komunikasi sosial menjadi salah satu sarana penting untuk mengetahui perkembangan dan berbagai persoalan yang ada di wilayah binaan.
“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan membangun kepedulian bersama. Setiap persoalan di wilayah perlu dikomunikasikan dan dicarikan solusi melalui sinergi antara pemerintah, aparat, sekolah, orang tua, dan masyarakat,” ungkap Dandim.
Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio menambahkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung proses belajar.
“Sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat kewilayahan sangat diperlukan dalam membangun lingkungan yang aman bagi generasi muda. Pengawasan dan komunikasi yang baik dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial,” tuturnya.
Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., turut menekankan pentingnya pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Pembinaan wilayah membutuhkan kerja sama seluruh komponen. Melalui komunikasi, koordinasi, dan kepedulian bersama, berbagai kebutuhan masyarakat maupun potensi permasalahan dapat ditangani secara lebih baik,” pungkasnya.(Adipati0606)
Editor : Hans74




Tidak ada komentar:
Posting Komentar